Sebuah kata yang menginspirasi hidup
ini. Ini adalah sebuah kata dimana jika seorang anak memerlukan sesuatu, dia
akan menangis dan memanggil kata tersebut. Kata ini berasal dari bahasa Arab
yang bermakna “IBU”. Ini dia, sesosok manusia yang paling berharga dalam hidup
ini. Setelah mencintai الله dan rasul-Nya, dialah orang yang harus paling kita cintai,
kemudian dia lagi, dia lagi, setelah itu adalah ayah kita.
Dalam
perjuangannya selama 9 bulan 10 hari, dia selalu merawat kita yang masih berada
dalam kandungan dengan penuh kasih sayang. Dia selalu melindungi kita dari
segala marabahaya yang terjadi di luar, agar tidak terjadi keguguran. Pada
waktu melahirkan, dengan penuh rasa kesakitan, dia berusaha mengeluarkan kita
dari dalam rahimnya. Padahal waktu itu, kematian sedang berada dihadapannya.
Tapi dia selalu berpikir, bagaimana caranya anak yang dia lahirkan bisa terlahir
ke dunia dengan selamat tanpa memikirkan keselamatan dirinya.
Ini semua
belum cukup, sesudah kita lahir, ibu kita selalu memberi kita makan berupa ASI.
Dia selalu memberikan ASI selama 2 tahun, dan mengajari kita berjalan dari
masih berbaring hingga kita bisa berjalan. Dalam waktu yang bersamaan, kita
juga diajari berbicara, menulis, membaca olehnya. Kemudian berapa tahun
berselang, kita disekolahkan olehnya dari Taman Bermain hingga Perguruan
Tinggi.
Masih banyak
lagi, perjuangan-perjuangan yang dilakukan oleh ibu kita. Dia melakukan
perjuangan itu agar kita menjadi generasi yang rabbani. Dalam perjalanan hidup
kita, luapan kemarahan darinya selalu hadir dihadapan kita. Itu adalah bukti
bahwa dia sayang kepada kita. Dia tidak mau anaknya terjerumus ke jalan yang
salah. Dia ingin anaknya menjadi anak yang sholeh/ah dan berbakti kepada ke-2
orang tuanya. Terkadang dia menyuruh kita untuk mengerjakan sesuatu. Jika
pekerjaan itu banyak, rasanya berat bagi kita untuk melakukannya. Tapi semua
itu tak bisa ditolak, berkata “AH” saja kepadanya, kita akan berdosa karena itu
telah menyakiti hati ibu kita. Oleh karena itu, janganlah sekali-sekali dari
kita untuk menolaknya, kita harus menerimanya dengan rasa penuh keikhlasan.
Beberapa
tahun berselang, ibu kita semakin tua dan tak berdaya. Dan kinilah saatnya bagi
seorang anak untuk membahagiakannya dengan penuh rasa kasih sayang. Semua jasa
yang telah dilakukan olehnya semasa kita kecil, perlulah kita membalasnya. Dengan
waktu luang kita yang masih muda, marilah kita buktikan kebaktian seorang anak
kepada orangtuanya. Apa yang diharapkan dahulu olehnya, kita akan segera
mewujudkannya dalam waktu singkat ini. Jangan sampai dengan sisa waktu ini,
kita malah menjadi anak yang durhaka. Sungguh, sangat merugilah orang yang
semasa hidup masih bersama ibunya, tapi dia tidak bisa membahagiakannya.
Di zaman yang
modern ini, banyak seorang anak menelantarkan ibunya. Mereka menaruh ibunya di
Panti Jompo. Mereka lupa bahwa ibunya yang telah merawat ia sejak kecil hingga
mencapai kesuksennya. Mereka menganggap ibunya seakan-akan sudah tak ada di
dunia. Bahkan dari mereka ada juga yang memarahi dan membentak ibunya dengan
rasa kesal. Mereka tak mau mengakui
ibunya yang terlantar karena malu layaknya Malin Kundang. Oleh karena itu,
sebagai anak yang berbakti, kita seharusnya merawat ibu kita sebagaimana dia
merawat kita di waktu kecil.
Sebuah
penyesalan memang selalu datang terakhir. Mumpung kita dan ibu kita masih
hidup, marilah kita memohon maaf kepada ibu kita dan bertaubat kepada الله. Sebelum semuanya terlambat, mumpung الله masih memberikan kita dan ibu kita untuk hidup. Dan kita tidak
tahu kapan ajal itu menjemput kita serta orangtua kita. Bisa jadi setelah kita
membaca tulisan ini, kita akan di panggil oleh-Nya. Rasulullah saja, orang
sudah dijamin masuk surga dan dosa yang dahulu serta yang akan datang
terhapusi, masih melakukan yang namanya sholat taubat setiap hari. Seharusnya
kita sebagai umatnya mengikuti apa yang telah Rasulullah lakukan. Sebelum
penyesalan itu datang, setelah kita membaca ini, marilah kita beristighfar dan
memohon taubat kepada الله dengan sebenar-benarnya taubat, serta meminta maaf atas semua
kesalahan apa yang pernah kita lakukan terhadap ibu kita. Pesan terakhir dari
penulis, untuk memohon ampun kepada الله itu mudah, karena الله Maha Pemaaf. Tapi lain
halnya untuk meminta maaf kepada manusia, kita harus berusaha sekeras mungkin
untuk dimaafkan. Dan sayangilah selalu ibu kalian, karena surge berada di bawah
telapak kaki ibu.

1 komentar:
MANTAB!
Posting Komentar