*Jangan pernah berburuk sangka kepada Tuhan hanya karena keinginanmu belum didapatkan* *Tak ada yang sempurna, kita semua melakukan salah. Berhenti terus menyesalinya, karena yang penting kita belajar darinya* *Jika km tak bahagia, bukan berarti ada yg salah dengan hidupmu. Hanya ada yg salah dengan cara hidupmu*

Jumat, 31 Agustus 2012

UMMI

Sebuah kata yang menginspirasi hidup ini. Ini adalah sebuah kata dimana jika seorang anak memerlukan sesuatu, dia akan menangis dan memanggil kata tersebut. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang bermakna “IBU”. Ini dia, sesosok manusia yang paling berharga dalam hidup ini. Setelah mencintai الله dan rasul-Nya, dialah orang yang harus paling kita cintai, kemudian dia lagi, dia lagi, setelah itu adalah ayah kita.
Dalam perjuangannya selama 9 bulan 10 hari, dia selalu merawat kita yang masih berada dalam kandungan dengan penuh kasih sayang. Dia selalu melindungi kita dari segala marabahaya yang terjadi di luar, agar tidak terjadi keguguran. Pada waktu melahirkan, dengan penuh rasa kesakitan, dia berusaha mengeluarkan kita dari dalam rahimnya. Padahal waktu itu, kematian sedang berada dihadapannya. Tapi dia selalu berpikir, bagaimana caranya anak yang dia lahirkan bisa terlahir ke dunia dengan selamat tanpa memikirkan keselamatan dirinya.
Ini semua belum cukup, sesudah kita lahir, ibu kita selalu memberi kita makan berupa ASI. Dia selalu memberikan ASI selama 2 tahun, dan mengajari kita berjalan dari masih berbaring hingga kita bisa berjalan. Dalam waktu yang bersamaan, kita juga diajari berbicara, menulis, membaca olehnya. Kemudian berapa tahun berselang, kita disekolahkan olehnya dari Taman Bermain hingga Perguruan Tinggi.
Masih banyak lagi, perjuangan-perjuangan yang dilakukan oleh ibu kita. Dia melakukan perjuangan itu agar kita menjadi generasi yang rabbani. Dalam perjalanan hidup kita, luapan kemarahan darinya selalu hadir dihadapan kita. Itu adalah bukti bahwa dia sayang kepada kita. Dia tidak mau anaknya terjerumus ke jalan yang salah. Dia ingin anaknya menjadi anak yang sholeh/ah dan berbakti kepada ke-2 orang tuanya. Terkadang dia menyuruh kita untuk mengerjakan sesuatu. Jika pekerjaan itu banyak, rasanya berat bagi kita untuk melakukannya. Tapi semua itu tak bisa ditolak, berkata “AH” saja kepadanya, kita akan berdosa karena itu telah menyakiti hati ibu kita. Oleh karena itu, janganlah sekali-sekali dari kita untuk menolaknya, kita harus menerimanya dengan rasa penuh keikhlasan.
Beberapa tahun berselang, ibu kita semakin tua dan tak berdaya. Dan kinilah saatnya bagi seorang anak untuk membahagiakannya dengan penuh rasa kasih sayang. Semua jasa yang telah dilakukan olehnya semasa kita kecil, perlulah kita membalasnya. Dengan waktu luang kita yang masih muda, marilah kita buktikan kebaktian seorang anak kepada orangtuanya. Apa yang diharapkan dahulu olehnya, kita akan segera mewujudkannya dalam waktu singkat ini. Jangan sampai dengan sisa waktu ini, kita malah menjadi anak yang durhaka. Sungguh, sangat merugilah orang yang semasa hidup masih bersama ibunya, tapi dia tidak bisa membahagiakannya.
Di zaman yang modern ini, banyak seorang anak menelantarkan ibunya. Mereka menaruh ibunya di Panti Jompo. Mereka lupa bahwa ibunya yang telah merawat ia sejak kecil hingga mencapai kesuksennya. Mereka menganggap ibunya seakan-akan sudah tak ada di dunia. Bahkan dari mereka ada juga yang memarahi dan membentak ibunya dengan rasa  kesal. Mereka tak mau mengakui ibunya yang terlantar karena malu layaknya Malin Kundang. Oleh karena itu, sebagai anak yang berbakti, kita seharusnya merawat ibu kita sebagaimana dia merawat kita di waktu kecil.
Sebuah penyesalan memang selalu datang terakhir. Mumpung kita dan ibu kita masih hidup, marilah kita memohon maaf kepada ibu kita dan bertaubat kepada  الله. Sebelum semuanya terlambat, mumpung الله masih memberikan kita dan ibu kita untuk hidup. Dan kita tidak tahu kapan ajal itu menjemput kita serta orangtua kita. Bisa jadi setelah kita membaca tulisan ini, kita akan di panggil oleh-Nya. Rasulullah saja, orang sudah dijamin masuk surga dan dosa yang dahulu serta yang akan datang terhapusi, masih melakukan yang namanya sholat taubat setiap hari. Seharusnya kita sebagai umatnya mengikuti apa yang telah Rasulullah lakukan. Sebelum penyesalan itu datang, setelah kita membaca ini, marilah kita beristighfar dan memohon taubat kepada الله dengan sebenar-benarnya taubat, serta meminta maaf atas semua kesalahan apa yang pernah kita lakukan terhadap ibu kita. Pesan terakhir dari penulis, untuk memohon ampun kepada الله itu mudah, karena الله  Maha Pemaaf. Tapi lain halnya untuk meminta maaf kepada manusia, kita harus berusaha sekeras mungkin untuk dimaafkan. Dan sayangilah selalu ibu kalian, karena surge berada di bawah telapak kaki ibu.

1 komentar:

ian ahmad p mengatakan...

MANTAB!

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2012 G. Powered by Blogger
Design by ian achmad