Data Badan Pusat Statistik mengumumkan data kemiskinan Indonesia hingga
September 2012 mencapai 28,59 juta jiwa atau 11,66 persen, menurun dibanding
Maret 2012 sebesar 29,13 juta orang atau 11,96 persen., tapi
angka tersebut masih sangat besar jika dibandingkan dengan negara-negara
berkembang lainnya, bahkan BPS pun mengambil nilai itu tidak berdasarkan
standar yang ada, karena BPS hanya mematok angka Rp 259.520 per orang
per bulan atau sekitar Rp 8500 per hari dengan jumlah yang sedemikian
rupa apa yang akan mereka dapatkan? Mengingat masa sekarang yang serba mahal
bahkan makan pun mereka tidak akan bisa memenuhinya, walaupun mereka bisa makan
bagaimana kualitas makanan yang mereka dapatkan? Jika ditinjau kembali angka ini lebih rendah bila dibandingkan
dengan standar hidup yang ditetapkan World Bank sebesar USD 1-2 dengan asumsi
nilai tukar sekitar Rp 9.500 per USD
pada akhir tahun 2012.
Disisi lain kita bisa melihat
bagaimana anak-anak masa sekarang dengan kerennya mereka memamerkan apa yang
mereka miliki, atau lebih tepatnya apa yang orang tua mereka miliki, jika kita
sekarang dalam posisi tersebut maka bersyukurlah, karena jasa orang tua kita,
kita bisa menikmati dunia ini dengan sesuka hati. Kita bisa melihat para
pejabat-pejabat negara, para mentri, dan juga pemimpin kita. kita juga bisa melihat gedung-gedung sekarang yang
dengan begitu megahnya berdiri kokoh di pusat-pusat perkotaan, pertanyaannya
siapa pemilik semua itu? Apakah orang-orang miskin? Tentu saja bukan, mereka
adalah orang-orang berkecukupan yang selalu membuat indonesia kita tercinta ini
semakin maju.
Dalam hal ini kami tidak
mengkritik atau menyalahkan para pemimpin kita, tidak! kami hanya ingin membuat
negara kita ini memiliki keharmonisan, mempunyai orang-orang yang bisa dibanggakan,
tanpa ada yang harus teraniaya dengan nasib buruk
Dalam suatu kehidupan
seseorang tidak akan pernah bisa memilih, akan menjadi seperti apa mereka, tidak
ada kesempatan sama sekali bahwa kita bisa memilih untuk menjadi kaya atau
miskin, bila dilihat sepintas maka kita akan berfikir hidup itu tidak adil,
mengapa ada kaya ada miskin, ada baik ada buruk, ada yang harus menderita, dan
seterusnya. Memang hidup ini tidak adil, tapi Tuhan tetap adil kawan kepada setiap
makhluknya, bahkan dalam Islam menganggap semua manusia sama, yang membedakan
mereka hanyalah Ketaqwaan, jadi buat apa kita terus menerus menampung kekayaan
yang itu akhirnya akan menghambat proses kita dalam Hisab nanti.
Jadi alangkah baiknya, mari
ulurkan tangan kita membantu sesama dalam segi apapun, saya juga hanya
mahasiswa biasa yang sering kali tersentuh ketika melihat seseorang
yang kurang layak dalam kehidupannya, tetapi tidak pernah bisa melakukan
apapun, hanya dalam tulisan ini saya sertakan harapan dan keinginan saya untuk
menjadikan Indonesia lebih baik dan agar bisa mendorong sahabat-sahabat
sekalian untuk bersama-sama mengulurkan tangan kita untuk sesama.
http://nasional.sindonews.com


0 komentar:
Posting Komentar